STIE Perbanas Surabaya

Menu
Jumat, 13 Mei 2016 19:23

Seminar Nasional Anti Fraud: Pentingnya UU Whistleblower

Guna mendukung peningkatan upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, Pusat Peneliltian dan Pencegahaan Kejahatan Kerah Putih (P3K2P) STIE Perbanas Surabaya menyelenggarakan seminar nasional dengan mengangkat  topik “Praktik-Praktik dan Perlunya Undang-Undang Whistleblower Untuk Pencegahan Korupsi”, pada hari Kamis (12/5). Bertempat di JW Marriott, Seminar yang diselenggarakan dengan menggandeng Association of Certified Fraud Examiner (ACFE) Indonesia Chapter–East Java Region ini, diikuti oleh sejumlah peserta dari beragam kalangan, di antaranya: akademisi, praktisi, pejabat pemerintah, serta pejabat publik lainnya. Pembukaan acara langsung disampaikanoleh Treasury ACFE IC S, Alexander Sianturi.
 
Seminar ini berbentuk forum diskusi sehingga banyak sharing yang dilakukan oleh pemateri dan para peserta seminar. Seminar berjalan dengan dibagi menjadi dua sesi, yang diisi oleh enam narasumber profesional untuk mengkaji pentingnya Undang-Undang whistleblower  sebagai upaya pencegahan korupsi di Indonesia.
 
Sesi pertama, narasumber yang mengisi materi, antara lain: Tina Amalia (PT. Pertamina Persero), Nuning Isnainijati (Otoritas Jasa Keuangan), dan Dr. Ir. Imam Arifin (Direktorat Jenderal Pajak). Di sesi kedua, materi-materi seminar dibawakan oleh I Nyoman Wara, SE, Ak, CA, CfrA (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia), Prof. Dr. Nur Basuki Minarno, S.H., M.Hum (Universitas Airlangga Surabaya), dan Prof. Dr. R. Wilopo, Ak, M.Si, CFE., (Chairman ACFEIC – East Java Region dan dosen tetap STIE Perbanas Surabaya). Para narasumber tersebut memberikan materi whistleblowing system (WBS) mulai dari pembuatan kebijakan-kebijakan, pencegahan korupsi, sampai dengan metode pelaporan whistleblower.
 
 
Menurut Prof. Dr. R. Wilopo, Ak, M.Si, CFE., Indonesia memiliki kekurangan terkait Undang-Undang perlindungan terhadap whistleblower. “Dari penelitian yang saya lakukan bersama beberapa dosen STIE Perbanas Surabaya mengenai whistleblower ini, di Indonesia masih kurang undang-undang perlindungan untuk whistleblower. Selama ini hanya ada undang-undang perlindungan saja. Dengan adanya seminar ini, para peserta seminar yang telah terdaftar datanya akan kami ajak focus group discussion untuk membuat rancangan undang-undang whistleblower dan supaya di wilayahnya masing-masing membuat sistem whistleblower. Setelah semua itu terpenuhi, diharapkan kitauntuk memberantas korupsi menjadi lebih mudah karena ada perlindungan bagi para pelapor,”jelas Prof. Dr. R. Wilopo, Ak, M.Si, CFE. (Jazu/Eko)

Alamat Kampus

  • Kampus 1: Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya
  • Kampus 2: Jl. Wonorejo Timur 16 Surabaya
  • Telp. 031-5947151, 031-5947152 Fax. 031-5935937
  • Hotline Telp/SMS/WA: 0858 9597 9800
  • email: humas@perbanas.ac.id
Anda disini: Beranda